MEDIA BERBAGI INFORMASI DAN EDUKASI | SALAM BERDESA

Sabtu, 28 Maret 2026

Istimewanya Rakor TPP di Desa


"Istimewanya Rakor TPP di Desa"


Pasca Libur Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, Jumat tanggal 27 Maret 2026 Tim Pendamping Profesional Kabupaten Gianyar melaksanakan Rapat Koordinasi yang bertempat di Desa Petak Kaja Kecamatan Gianyar Kabupaten Gianyar. Kegiatan dihadiri oleh Tenaga Ahli Kabupaten Gianyar, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa se Kabupaten Gianyar dan TAPM Propinsi Dewa Darma Setiawan hadir selaku Narasumber. Dalam Rakor TPP Gianyar di Bulan Maret turut Hadir Perbekel Petak Kaja Kecamatan Gianyar I Nyoman Payu, selaku tuan Rumah memberikan ucapan selamat datang pada seluruh jajaran TPP Kabupaten Gianyar sekaligus memperkenalkan salah satu potensi desa Petak Kaja yang sedang dikembangkan yaitu wisata tubing dimana lokasi Rakor ini dilaksanakan.

Pengembangan dan pengelolaan kawasan wisata Tubing ini diinisiasi atas prakarsa tokoh masyarakat yang tergabung dalam Pokdarwis Desa Petak Kaja melalui pola kerjasama Desa dengan kelompok masyarakat dan desa  Adat. Melalui kegiatan ini Perbekel Petak Kaja mengharapkan para peserta rapat tidak hanya memperoleh hasil koordinasi yang optimal, tetapi juga semakin mengenal serta mendorong pengembangan potensi wisata lokal yang berbasis sejarah dan kearifan budaya di Kabupaten Gianyar.

Rakor TPP Gianyar Bulan Maret 2026 ini membahas beberapa topik antara lain: Informasi Umum kebijakan Pendampingan, Pemeringkatan BUMDes, Media Informasi dan Data meliputi Data Peningkatan Kapasitas, TNA, Indeks Desa. Pelaksanaan Rakor Sebagian besar diisi materi penguatan kapasitas diantaranya  Pemeringkatan BUMDes oleh TAPM Propinsi dengan metode simulasi/Praktik mengenal dan dan mengisi data pada portal pemeringkatan BUMDes dan praktik Menyusun berita dalam pengelolaan Blog TPP.  Dalam pemaparan materi TAPM Propinsi Dewa Darma Setiawan selaku PIC BUMDes menyampaikan mekanisme Pemeringkatan BUMDes Tahun ini  Berbeda dengan tahun sebelumnya, pendekatan yang digunakan saat ini lebih menekankan aspek kualitatif dibandingkan kuantitatif, serta adanya perubahan pada aplikasi dan lampiran yang digunakan.  Terdapat 4 katagori Peringkat BUMDes yang akan muncul pasca proses verifikasi atas pengisian data yang telah diinput dilakukan sebanyak 2 tahap yaitu verifikasi tahap pertama oleh Pendamping Desa dan verifikasi tahap kedua oleh Dinas PMD Kabupaten. Katagori BUMDes tersebut yaitu: Maju, Berkembang, Pemula, dan Perintis. 

                     

Rakor TPP juga menjadi ajang penyamaan persepsi dan evaluasi progress dan proses Pendampingan Desa yang semakin penuh tantangan.

 Lalu apanya yang istimewa….?

Pada rakor kali ini selain tempat pelaksanaannya yang apik, segar menyatu dengan alam, peserta Rakor disuguhi kuliner khas Lokal dengan rasa yang bersahaja. Mulai dari Jajan Klepon sebagai teman kopi, hingga menu makan siang yang menggugah selera yang disajikan prasmanan. Ada Sager Gerang, ayam sambal matahpepes klengis, urap papaya muda, tak lupa sambal goreng khas Bali berjejer sebagai lauk temannya nasi hangat semuanya diolah langsung di warung Tubing Petak Kaja. Warung ini adalah salah satu fasilitas objek wisata/wahana Tubing yang mulai dikembangkan dan dikelola oleh BUMDes “Catur Giri Amertha” Desa Petak Kaja.

Diakhir sesi rakor disepakati beberapa hal meliputi:  RKTL Pengawalan Pemeringkatan BUMDes secara berjenjang, RKTL Pelatihan Pembuatan dan Pengelolaan Blogspot tahun 2026, setiap TPP dimasing-masing kecamatan agar dapat mengupload berita secara rutin di Blogspot Kecamatan, serta pengawalan pelaksanaan Rembuk Stunting di desa mulai bulan April 2026. 



 

 

 

 

 

 

Kamis, 26 Maret 2026

WISATA TUBING DESA PETAK KAJA DAN HARAPAN MASA DEPAN

  

    Wahana wisata Tubing Desa Petak Kaja merupakan suatu alternatif wisata di Bali yang relatif baru dikembangkan dengan dukungan desa, kerja sama antar desa dan inisiatif dari Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Desa Petak Kaja, kecamatan Gianyar, kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Wisata ini memanfaatkan ekosistem alami Tukad (sungai -red) Pakerisan dan beberapa obyek alami seperti lanskap dataran tinggi, air terjun, serta air di bendungan yang sudah dibangun sejak masa kolonial Belanda. 

    Awalnya program ini diinisiasi oleh keprihatinan Kepala Desa Petak Kaja, I Nyoman Payu atas maraknya alih fungsi lahan yang terjadi di banyak lokasi di pulau Bali. Demi menjaga kelestarian dan keberlangsungan alam Desa Petak Kaja asri, hijau, dan alami. Hal ini juga berhubungan dengan lokasi geografis desa Petak Kaja yang berada di dataran tinggi serta rawan longsor. Harapannya dengan mewujudkan wisata tubing yang mengandalkan keindahan alam desa, tempat ini bisa diakui sebagai potensi lokal wisata dengan mempertahankan kondisi alam naturalnya. 

DAYA TARIK WISATA TUBING PETAK KAJA

    Sebagaimana yang telah disebutkan di atas bahwasanya wisata tubing desa Petak Kaja memanfaatkan aliran Tukad Pakerisan yang mengalir sepanjang sebagian wilayah beberapa desa. Maka dari itu untuk mewujudkan wisata ini telah dilakukan kerja sama dengan beberapa pihak terkait seperti desa adat Campuhan di kecamatan Tampaksiring, rute awal wisata tubing yang akan dipandu sebelumnya oleh tim Pokdarwis dan Temuku Tubing. Selain kesempatan bagi para wisatawan untuk berfoto di area air terjun, dimanjakan dengan keindahan alam sepanjang rute, wisatawan juga akan melalui tempat Melukat (upacara dalam agama Hindu Bali yang bertujuan untuk membersihkan pikiran dan jiwa dalam diri manusia secara spiritual) di desa adat Penyembang dan Pesiraman (lokasi upacara melukat) khusus sesuhunan Pura Dalem Petak. Jadi tidak hanya wisata ini bernilai keindahan alam saja tapi sebenarnya juga wisatawan disuguhi dengan perpaduan wisata spiritual budaya di Bali. 

    Demikianlah pembangunan wisata tubing di Petak Kaja tidak hanya sekedar bertujuan menarik pengunjung untuk datang ke desa ini, tapi banyak hal-hal yang menjadi harapan serta doa para orang-orang yang berkontribusi dalam terwujudnya wisata ini dari berbagai belah pihak. Pelestarian alam berkesinambungan, pengembangan ekonomi lokal, pengenalan budaya historis Bali, serta pemanfaatan potensi dan kearifan lokal desa Petak Kaja. Tujuan ini dirasakan oleh khalayak luas dan tidak hanya dalam waktu singkat saja, baik bagi pengunjung, masyarakat kontributor, bahkan bagi generasi desa Petak Kaja di masa depan.

Jadi tunggu apa lagi? Anda tertarik berkunjung? 


Oleh: Inggar Galuh

Gambar : Kadek Parta
Sumber : Wayan Darmayasa dan Perbekal Petak Kaja
Editor   : Desak Made Sriasih 

MY TUBING, MY ADVENTURE

Gimana rasanya ngikut arus sungai tanpa tahu apa yang ada di depan?”

Awalnya jujur, saya ragu.

 Airnya kelihatan deras, dingin, dan suara alirannya cukup bikin deg-degan. Tapi begitu duduk di ban (perahu karet -red) dan mulai hanyut… semuanya berubah.

Air sungai Desa Petak Kaja terasa segar banget, suara gemericik air, teriakan teman-teman, dan pemandangan hijau di sepanjang aliran sungai bikin suasananya HIDUP. Ada momen tenang… lalu tiba-tiba arus jadi cepat, jantung ikut berdebar, dan tanpa sadar… kita ketawa lepas.

Yang bikin beda, ini bukan sekadar wisata. Wisata Tubing ini dikelola langsung oleh BUMDes Catur Giri Petak Kaja. Jadi setiap orang yang datang, sebenarnya ikut mendukung ekonomi desa—dari pemandu lokal, pengelola, sampai warga sekitar.

Dari yang awalnya takut, jadi nagih.

Kadang, kita nggak butuh pergi jauh… cukup berani mencoba, dan kita bisa menemukan pengalaman luar biasa di desa sendiri.

Petak Kaja bukan cuma tentang tubing… tapi tentang cerita yang bikin kamu ingin kembali.

Cerita oleh: Wayan Darmayasa


Gambar: Parta Wijaya
Editor: Inggar Galuh
Redaktur: Desak Made Sriasih


Istimewanya Rakor TPP di Desa

"Istimewanya Rakor TPP di Desa" Pasca Libur Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, Jumat tanggal 27 Maret 2026 Tim Pendamping Profesion...